MEMPERKENALKAN COACHING UNTUK ANDA

on . Posted in Meta Coaching System and Technology

Apakah Coaching?

Coaching adalah sebuah proses percakapan. Namun bukan hanya sebuah percakapan biasa. Coaching berbeda dengan mengajari (teaching) atau pelatihan (training) atau memberi nasehat (advice giving). Coaching bukan juga proses komunikasi yang menitik beratkan pada isi (content).

 Lalu apa sebenarnya Coaching?

Coaching adalah sebuah proses mem-fasilitasi seseorang atau sekelompok orang melalui bertanya dan memberikan feedback. Coaching merupakan sebuah proses bagaimana kita mengoptimalkan fungsiotak kita melalui sebuah proses yang ter-struktur untuk mendapatkan kinerja yang lebih efektif.

Seorang coach akan berperan laksana cermin bagi client-nya dan tidak memberikan solusi. Solusi yang tercapai di akhir sebuah sessi coaching, murni dan mutlak diperoleh dari penggalian segala potensi diri, pengalaman, kontemplasi, kesadaran puncakdan logika-logika yang dimiliki client berdasarkan nilai dan kepercayaan yang diyakininya, serta semua meta-program yang beroperasi di kesadaran dan di bawah kesadarannya.

Sekali lagi, Coaching berbeda dengan training, mentoring, counseling, therapy atau hypnosis.Lalu apa bedanya?

  1. 1.      Training

Adalah sebuah proses gabungan mengajar, mendidik dan melatih seseorang untuk mendapatkan skill baru. Seorang trainer akan berperan sentral dalam proses ini dan menitik beratkan pada isi (content) materi yang diajarkannya.

  1. 2.      Mentoring

Mentoring adalah proses berbagi dan sekaligus mengajari suatu ketrampilan teknis dan khusus dari mentor kepada mentee-nya, melalui nasehat, bimbingan dan  pengalaman professional pribadi. Pada mentoring terdapat hubungan yang tidak setara, di mana seorang senior memberikan informasi spesifik kepada yunior.

  1. 3.      Therapy/Counseling

Therapy lebih menitikberatkan pada masalah, sumber masalah, gejala-gejala masalah, bagaimana seseorang terlibat dalam sebuah masalah dan mendiagnosa-nya. Skill yang diperlukan dalam therapy adalah: penyembuhan sakit dan memberikan solusi terhadap masalah atau kelainan personal.

  1. 4.      Consulting

Consulting menitikberatkan pada pemberian nasehat, saran atau rekomendasi yang cukup rinci berdasarkan keahlian seseorang pada bidang tertentu untuk menginformasikan client apa yang seharusnya dilakukan.Meskipun consulting bisa saja fasilitatif, namun dalam prosesnya diperlukan prosedur dan keahlian tertentu di suatu bidang.

  1. 5.      Hypnosis

Adalah sebuah proses penggunaaan kata-kata, gerak tubuh dan suara untuk membawa seseorang ke situasi/state terhipnotis untuk tujuan kesehatan, peningkatan kualitas psikologis dan pengembangan diri, melalui proses bawah sadar (trance)

The Professional Quadrant berikut memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan-perbedaan yang ada.

Menemukan solusi
& Jawaban benar

TRAINING
MENTORING
COACHING
THERAPY


Problem
Directive, Expert
Guiding, Directing
TRAINING
CONSULTING


Facilitating, Dialogue
Questioning, Explorative

The Coaching Dance

Ketika seorang coach bekerja, dia bisa saja mengganti topi coach-nya dengan topi konsultan, trainer, mentor atau bahkan terapis, tergantung situasi dan kebutuhan. Tabel berikut adalah sebuah contoh kapan dan bagaimana seorang coach merubah dirinya pada posisi-posisi yang berbeda.

 

When

Consulting

Sebelum sebuah sessi coaching dimulai, seorang coach akan berkonsultasi dengan client untuk mempersiapkan kontrak coaching yang mencakup tata laksana coaching serta hal-hal teknis lain yang diperlukan agar client menjalani sebuah proses coaching yang efektif dan optimal.

Training, Mentoring

Seorang coach akan berperan sebagai trainer, ketika client sama sekali awam terhadap suatu skill tertentu yang mutlak diperlukan dalam sessi coaching.

Counseling, Therapy

Therapy dan counseling akan dipakai oleh seorang coach, manakala client terlibat dalam situasi emosi-pikiran yang mengganggu kemampuan client untuk focus dan  bertanggung jawab atas dirinya, yang disebabkan oleh trauma masa lalu, rendahnya ego-strength, kurangnya motivasi, menyalahkan diri sendiri yang berlebihan dan sebagainya

Coaching adalah sebuah proses penemuan diri sendiri yang mengesankan. Melalui proses ini, proses aktualisasi diri akan lebih terstruktur, obyektif, mudah dilakukan dan dengan hasil yang sustainable.

Menurut Michele Duval, ada 7 faktor yang berpengaruh pada kesempurnaan sebuah proses coaching, yang menjadikan coaching, benar-benar “coaching:

  1. Percakapan terstruktur dan penuh makna antara coach dan client.
  2. Percakapan yang reflektif untuk menemukan yang sebenarnya dari yang diucapkan.
  3. Percapakan yang membuat perubahan yang generative.
  4. Percakapan yang sistematik.
  5. Percakapan yang semuanya ditujukan untuk aktualisasi diri.
  6. Percakapan yang diarahkan pada implementasi untuk mewujudkan hasil yang diinginkan sesuai rencana dan tujuan yang terukur.
  7. Percakapan yang membawa Anda menemukan yang Anda harapkan.

Menurut Michael Hall, untuk mencapai kesempurnaan proses coaching, ada paling tidak 5 hal yang harus ada:

  1. Yang Pertama dan Utama — Jiwa dan Pikiran Anda Harus Benar

Coaching (bukan consulting, mentoring, therapy, and training) didasarkan pada psikologi dari sisi luhur dan cerdas alamiah manusia. – Psikologi Aktualisasi Diri. Mengapa? Karena coaching sebenarnya adalah untuk kesehatan jiwa dan pikiran. Coaching hanya ditujukan untuk mereka yang telah siap merangkul perubahan yang akan mengganggu keseimbangan kehidupan Anda. Coaching hanya cocok untuk mereka yang telah siap ditantang dan berkembang dengan disiplin yang kuat. Inilah yangmembedakan coaching dengan terapi. Terapi ditujukan bagi mereka yang jiwa dan pikirannya tidak sehat dan keluar dari masa lalunya, untuk kemudian menjadi lebih baik. Coaching hanya ditujukan untuk siapa saja yang siap memasuki perubahan yang generative terhadap ego-strength-nya (nyali hidup)

 

  1. Kedua, Objective atau Tujuan Anda harus Benar.

Tujuan coaching adalah untuk mem-fasilitasi sebuah proses membebaskan potensi diri menuju aktualisasi diri. Itulah mengapa seorang coach tidak perlu ahli dalam content atau substansi coaching, tetapi seorang coach adalah seorang yang ahli dalam hal memfasilitasi proses berpikir, menemukan yang diinginkan dan arti, niat serta keyakinan yang melandasinya. Kadang-kadang seorang coach akan menantang dan memprovokasi client, untuk mengkonfirmasi tujuan yang akan dicapai.Itulah mengapa seorang coach yang hebat mampu membantu menemukan tujuan utama dan apa yang benar-benar diinginkan oleh clientPertanyaan pertama dari seorang coach adalah: Apa yang Anda Inginkan? Dan pertanyaan terakhirnya adalah, apakah Anda telah mendapatkannya? Coach juga akan bertanya, bagaimana Anda tahu kapan Anda telah mendapatkan hasil yang diinginkan. Dan bagaimana cara Anda melihat atau mengukur perubahannya.

  1. Ketiga, Perubahan Anda Harus Benar.

Dalam coaching, perubahan yang difasilitasi oleh coach adalah perubahan yang generative, bukan perubahan perbaikan atau penyembuhan. Perubahan ini harus membuat client berubah perilakunya secara evolutioner dan transformative. Ada 3 jenis coaching sesuai perubahan yang diinginkan: performance coaching, developmental coaching dan transformative coaching.

  1. Keempat, Pola Berpikir Anda Harus Benar.

Epistemologi dari coaching adalah berfikir dan bertanggap secara sistematis dan holistis melalui kesadaran reflektif diri.

  1. Kelima, Percakapan Anda Harus Benar.

Coaching adalah bukan sebuah percakapan biasa. Percakapan didalamnya mengandung arti-arti yang mengarahkan Anda pada kejelasan tujuan, keputusan, perencanaan, perubahan dan sebagainya.

Anda tertarik untuk mencoba sessi coaching?

Mengapa tidak?

 

Salam Penemuan Diri Sendiri dan Pencapaian Puncak,

Mohammad Utoro

Share

Contact Me

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Visitors Counter

TodayToday9
YesterdayYesterday54
This WeekThis Week535
This MonthThis Month1656
All DaysAll Days150295