7 SKILL UTAMA YANG MEMBUAT COACHING ANDA SUKSES

on . Posted in Meta Coaching System and Technology

1.    Mendukung
Coachee perlu didukung untuk berada pada suasana yang rileks dan aman. Pastikan bahwa kita sebagai coach peduli pada apa yang disampaikan. Dukungan yang bisa kita berikan adalah:

  • Tidak memutus pembicaraan. Biarkan coachee bicara sampai selesai, sesuai apa yang ingin disampaikan. Bila perlu, tanyakan apakah masih ada yang ingin disampaikan lagi.
  • Hindari penilaian dan kesimpulan subyektif. Gunakan bahasa dan pernyataan persis yang diucapkan oleh coachee. Jadilah Anda cermin baginya.
  • Usahakan Anda tidak melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu konsentrasi coachee.
  • Lakukan matching external dengan sejauh mungkin melakukan sesuatu atau berposisi sesama mungkin dengan coachee.
  • Lakukan setting frame di awal sebagai sebuah pendahuluan agar proses coaching terarah.
  • Lakukan beberapa konfirmasi untuk memperjelas pemahaman Anda pada hal-hal yang disampaikan oleh coachee.
  • Berikan komentar terhadap luapan emosi, gerak tubuh atau fisiologi yang muncul bersamaan dengan ucapan-ucapan yang disampaikan coachee Anda.
  • Buat sebuah summary yang menghubungkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan coachee.
  • Identifikasi pola-pola penyampaian yang dilakukan oleh coachee.
  • Bila perlu lakukan konfrontasi halus terhadap apa yang disampaikan coachee dengan tujuan untuk memastikan kejelasan tujuan atau keinginan coachee.


2.    Mendengarkan
Mendengarkan dengan sepenuh hati dan perhatian penuh akan membuat coaching menjadi lebih efektif dan nyambung. Kehadiran Anda secara lahir dan batin mutlak diperlukan. Langkah-langkah dalam mendengarkan yang efektif adalah:

  • Jangan bercerita. Ingat bahwa Anda hanyalah sebagai cermin untuk coachee.
  • Jangan banyak bicara.
  • Jangan memutus pembicaraan dan melakukan sesuatu yang mengganggu ketenangan berbicara coachee.
  • Hindari pengambilan kesimpulan yang subyektif.
  • Jangan menyimpulkan dengan bahasa Anda sendiri, meskipun artinya bisa saja sama. Gunakan kalimat-kalimat yang dipakai coachee.
  • Lakukan kontak mata yang tak terputus.
  • Ucapkan kata-kata atau ungkapan yang menegaskan bahwa Anda mendengarkan, seperti OK, hmmm hmmm, ya, baik, dengan intonasi yang datar.
  • Ulangi beberapa kata atau kalimat yang diucapkan oleh coachee.
  • Lakukan klarifikasi untuk memperjelas arti.
  • Berikan pertanyaan-pertanyaan untuk memperkuat kesadaran coachee pada tujuannya.


3.    Bertanya
Bertanya adalah sebuah skill yang sangat jitu dalam menfasilitasi coachee untuk menemukan maksud dan tujuannya, serta menemukan cara-cara mencapainya. Lakukan proses bertanya dengan bersemangat dan penuh kepenasaranan. Beberapa tips untuk proses bertanya yang efektif adalah:

  • Hindari bercerita, kesimpulan subyektif dan pertanyaan yang tidak relevan.
  • Jangan membuat pertanyaan yang mengarahkan dan retoris.
  • Bertanya dengan pertanyaan yang eksploratif.
  • Bertanya yang sesuai dengan tujuan coachee.
  • Bertanya untuk menanyakan kualiotas dan efektifitas langkah yang akan diambil coachee.
  • Bertanya untuk klarifikasi, probing dan testing.


4.    Bertanya Meta
Lakukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan Meta. Yaitu pertanyaan yang membawa coachee ke arah perenungan yang dalam.

5.    Menerima Feedback
Sebagai coach Anda juga harus terbuka pada feedback.

6.    Memberikan Feedback.
Feedback adalah sesuatu yang penting untuk coachee, namun perlu dilakukan secara factual dan berdasarkan sensory based statement.

7.    Melakukan Induksi
Induksi diperlukan untuk menemukan dorongan spiritual terdalam dari coachee dalam mewujudkan komitmen-nya pada tujuan.

Share

Contact Me

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Visitors Counter

TodayToday58
YesterdayYesterday81
This WeekThis Week592
This MonthThis Month2125
All DaysAll Days137716