SERTIFIKASI COACHING HUBUNGAN INDUSTRIAL

on . Posted in Article & News

Banyak yang berpikir bahwa dunia hubungan industrial hanya berhubungan dengan Peraturan-Peraturan Ketenagakerjaan. Benarkah?

Pada kenyataannya tentu tidak. Para praktisi hubungan industrial dalam kesehariannya tidak melulu hanya berkutat dengan buku-buku peraturan, PKB (Perjanjian Kerja Bersama) dan aturan-aturan kekaryawanan lain yang terkesan bersifat kaku dan tanpa kompromi.

Sesuai dengan nama alamiahnya yang mengandung unsur kata "hubungan", tentu saja hal ikhwal hubungan industrial banyak didominasi oleh persoalan-persoalan yang berkaitan dengan membangun hubungan baik, menjaga hubungan yang telah terjalin harmonis dan menyelesaikan perbedaan pendapat dengan pendekatan hubungan (relationship).

Bila Anda masih bersikukuh dan tenggelam dalam keyakinan bahwa seluruh persoalan hubungan industrial hanya dapat diselesaikan melalui kuat-kuatan berdebat dengan menggunakan dasar peraturan hukum, menguasai seluk beluk proses mediasi di Dinas Tenaga Kerja atau hafal di luar kepala tentang proses hukum di Pengadilan Hubungan Industrial, maka Anda perlu bersiap-siap untuk menghadapi konflik demi konflik dengan mitra hubungan Anda.

Pada kenyataannya hampir sebagian besar konflik hubungan industrial yang diputuskan berdasarkan peraturan, mediasi dan/atau Pengadilan, hanya akan melahirkan konflik-konflik ikutan yang berkepanjangan dan memberikan hasil akhir berupa hubungan yang kurang harmonis.

Banyak teori yang mengatakan bahwa strategi menang-menang adalah sebuah pilihan yang terbaik. Ada pula pihak yang merasa puas bila solusinya adalah kalah-kalah (kalau saya kalah, maka Anda pun harus kalah). Kedua pendekatan ini bila dipandang dari sudut netral, tetap merupakan penyelesaian transaksional yang tidak memuaskan atau berbiaya tinggi.

Lantas terus bagaimana?

Coaching Hubungan Industrial memberikan sebuah pilihan anti mainstream yang mengedepankan komunikasi yang berkualitas, pendekatan humanistis, memuaskan dan berpotensi mengubah konflik menjadi kolaborasi jangka panjang yang produktif.

Mengapa?

Karena Coaching Hubungan Industrial melakukan prosesnya dengan jalan yang manusiawi. Setiap manusia punya keinginan dan niat baik, siapapun pihak yang diwakilinya. Namun keinginan dan niat baik itu kadang-kadang harus berujung pada perilaku dan pernyataan yang berseberangan, karena hilangnya proses untuk mengklarifikasi dan merunut di mana keinginan dan niat baik itu berada. Saat kedua belah pihak mampu memahami dan menemukan bagaimana hubungan antara perilaku dan niat baik dari masing-masing pihak, maka terbukalah peluang untuk mendapatkan solusi-solusi inovatif yang mampu memenuhi kepentingan atau merelakan kepentingan demi sebuah kepentingan yang lebih besar.

Karena Coaching Hubungan Industrial mendasarkan prosesnya melalui pembangunan kepercayaan (rapport) di mana sebelum proses penyelesaian masalah dimulai, perlu dipastikan telah terbentuk rasa aman, nyaman, saling memahami, menghormati dan menghargai antara kedua belah pihak.

Karena Coaching Hubungan Industrial melakukan proses eksplorasi, klarifikasi, check dan test tentang dunia internal masing-masing pihak. Dunia internal adalah hal-hal yang dipikirkan dan dirasakan oleh para pihak, yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa, namun hanya dapat dilihat melalui teknik-teknik coaching yang mumpuni. Dunia internal inilah yang melatarbelakangi keinginan dan kepentingan masing-masing pihak. Dunia internal inilah yang menjadi penggerak terjadinya perilaku, pernyataan, tuntutan, aspirasi dan sejenisnya. Dengan mengetahui dunia internal, masing-masing pihak akan mampu lebih memahami satu dengan yang lain dan meningkatkan efek saling percaya.

Karena Coaching Hubungan Industrial melakukan proses pengungkapan nilai-nilai dari masing-masing pihak. Nilai adalah sesuatu yang penting, bermanfaat dan mendesak. Nilai inilah yang menghasilkan perasaan-perasaan dan emosi-emosi, yang bila sifatnya negatif akan sangat mengganggu proses penyelesaian masalah. Coaching menggunakan berbagai teknik-teknik yang telah terbukti kehandalannya untuk mengelola perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang muncul dan mengganggu para pihak.

Namun di balik semua itu, Coaching Hubungan Industrial bukanlah skill yang sederhana. Di dalamnya mengandung 8 skill utama yang perlu diketahui, dilatih dan ditrampilkan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sertifikasi Coaching Hubungan Industrial memberikan kesempatan kepada para pihak dari berbagai kalangan untuk mendapatkan kompetensi yang memadai untuk mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan atau perselisihan hubungan industrial dengan cara yang ramah, aman, profesional dan bertanggung jawab.

Sertifikasi Coaching Hubungan Industrial tersusun atas 3 modul dengan keseluruhan waktu tempuh selama 18 hari, dengan jumlah pertemuan 2 (dua) kali per minggu. Tersedia pilihan kelas di hari kerja maupun Sabtu-Minggu. Tersedia pula pilihan untuk mengikuti kelas publik maupun in-house training.

Modul-Modul yang dipelajari dan dilatih adalah:

  1. Modul I (Practitioner): Jumlah pertemuan sebanyak 4 (empat) kali selama 2 minggu berturut-turut. Modul ini mempelajari dan berlatih tentang: Peta Hubungan Industrial, Membangun Kepercayaan, Mendengarkan Utuh dan Bertanya Cerdas.
  2. Modul II (Self-Leadership): Jumlah pertemuan sebanyak 4 (empat) kali selama 2 minggu berturut-turut. Modul ini mempelajari dan berlatih tentang: Mengelola Kekuatan Diri, Mengelola Keyakinan, Mengelola Emosi Negatif dan Trampil Berkomunikasi dengan menggunakan Data, Fakta dan Obyektif.
  3. Modul III (Profesional): Jumlah pertemuan sebanyak 10 (sepuluh) kali selama 5 minggu berturut-turut atau pertemuan terjadwal sesuai kesepakatan. Modul ini mempelajari dan berlatih tentang: Transformasi Keyakinan, Framing, Meta-Persuasi, Meta-Program, Memimpin Negosiasi, Membangun Network & Kolaborasi, Modeling Kasus Hubungan Industrial, Presentasi Hubungan Industrial, Group Coaching dan Komunikasi Massa.

Proses Sertifikasi Coaching Hubungan Industrial menggunakan metode:

  • Training interaktif berbasis experiential learning: menggunakan modul dan workbook yang memfasilitasi peserta memahami skill, subskill dan pola coaching hubungan industrial melalui demonstrasi kompetensi oleh Coach Profesional, observasi, diskusi kelompok dan presentasi kelompok.
  • Praktek Coaching
  • Praktek Presentasi Persuasif.
  • Benchmarking: menghitung jumlah subskill yang dipakai selama praktek coaching oleh benchmarker profesional.
  • Pekerjaan Rumah
  • Project atau Modeling Kasus Hubungan Industrial.
  • Praktek Group Coaching.
  • Sertifikat masing-masing modul diberikan berdasarkan penyelesaian workbook, tugas-tugas dan benchmarking.

Sertifikasi Coaching Hubungan Industrial merupakan sebuah proses yang intensif dan membutuhkan niat yang kuat dari para peserta untuk menyelesaikan seluruh perjalanan sertifikasi sampai akhir.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hubungi This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Share

Contact Me

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Visitors Counter

TodayToday83
YesterdayYesterday128
This WeekThis Week301
This MonthThis Month2377
All DaysAll Days143021